Selamat datang.
Selamat datang di kamar tidurku.
Ya, blog manis ini seumpama kamarku.
Kamar dengan segala ke-aku-an ku.
Aku jadi teringat kamar tidurku di rumah.
Kamarku kecil, tapi nyaman. Kamarku kecil, tapi luar biasa.
Dinding kamarku bercat biru muda lengkap dengan awan putihnya dan lautnya yang biru tua.
Ya, aku masih ingat bagaimana aku menghabiskan waktu seharian mengecatnya sendiri, setelah merengek meminta dua kaleng cat, dan dengan mata berbinar menuangkan cat putih kental ke dalam cat biru tua, mengaduknya perlahan
Dan sejak hari itu, aku benar-benar melukis mimpiku di dinding-dinding kamarku.
Melukis awan-awan putih seperti mimpi yang menggantung setiap malam menemani tidur lelapku.
Melukis ombak biru tua yang akan menenggelamkan aku dalam mimpi-mimpi indah.
Seperti juga kamarku yang satu ini. Istanaku. Tempat dimana hatiku berlabuh. Jemariku bercinta.
Jemari kecilku akhirnya punya tempat untuk menyibukkan dirinya.
Aku bisa melihat bagaimana jari kecilku tersenyum ketika ia mendarat dan mengecup mesra keyboard laptop toshiba-ku. Lalu kemudian tulisan-tulisan itu meluncur ke dalam sebuah blog yang manis semanis pemiliknya.
Mari masuk. Aku paling suka menghabiskan waktu menatap bintang-bintang yang dulu aku gantungkan di langit-langit kamarku.
Terus berkurang, berjatuhan...
Mungkin karena beberapa harapku sudah terkabul satu persatu.
Sini, buka sepatu dan kaus kakimu, taruhlah di dekat keset di depan pintu kamarku.
Buang jauh-jauh segala kepenatanmu di luar seharian dan naiklah ke atas tempat tidurku, tempat paling nyaman sejagad raya.
Duduklah berhadapan denganku, kita bisa bercengkrama seharian dan menitipkan pesan-pesan singkat yang kusembunyikan di bawah bantal.
Sst... Jangan lupa tutup pintu kamarnya lagi, ya.
Aku akan bacakan seribu kisahku untukmu.



