Aku mengetuk pintu kamarku sendiri, berharap ada jawaban dari dalam, padahal aku tahu sudah tidak ada orang disana.
"knock-knock, who's there?"
Angel
"Angel who?"
Angel you.
sudah bertahun rasanya aku mengulang hal yang sama: melemparkan high heels ke jendela, menggulung stocking warna coklat yang membalut kakiku seharian, melepaskan tali bra yang membuatku sesak nafas, dan bersandar pada jengah.
aku meraba dadaku, size B masih, tidak ada perubahan. Ah, bukan itu maksudku!
aku merasakan kembali denyut yang tersisa disana.
akh, aku tahu rasanya
ada yang hilang
sesuatu
oh, bukan
seseorang
read more
"knock-knock, who's there?"
Angel
"Angel who?"
Angel you.
sudah bertahun rasanya aku mengulang hal yang sama: melemparkan high heels ke jendela, menggulung stocking warna coklat yang membalut kakiku seharian, melepaskan tali bra yang membuatku sesak nafas, dan bersandar pada jengah.
aku meraba dadaku, size B masih, tidak ada perubahan. Ah, bukan itu maksudku!
aku merasakan kembali denyut yang tersisa disana.
akh, aku tahu rasanya
ada yang hilang
sesuatu
oh, bukan
seseorang



